Mendaki gunung atau sering disebut hiking, adalah salah satu jenis
olahraga yang dilakukan di tengah alam terbuka yang liar dan cenderung
ekstrim. Dari berbagai macam kegiatan alam seperi panjat tebing atau
susur gua dll, mendaki gunung adalah kegiatan alam yang paling banyak
diminati dan baling banyak jumlah pelakunya. Oleh karena itulah kegiatan
ini menjadi wajib ada dalam sebuah organisasi pecinta alam.
Mendaki gunung biasanya dilakukan secara kelompok, dengan jumlah
personil yang disarankan adalah delapan sampai dua belas orang.
Sedangkan jumlah minimal yang untuk mendaki gunung adalah tiga orang,
jumlah minimal ini untuk memenuhi syarat keamanan, karena apabila
terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada seorang prsonil, maka salah
satu bisa pergi mencari pertolong dan satu lagi menjaga korban. Namun
demikian saya tidak mengatakan bahwa tidak ada orang yang mendaki dengan
hanya seorang diri. Namun pendakian seorang diri sangatlah tidak
disarankan.
Jenis kegiatan yang tergolong ekstim dan beresiko
tinggi ini mengharuskan para pelakuknya untuk mempersiakan berbagai hal.
Oleh karena itulah persiapan mental maupun fisik bagi para pelaku
pendakian gunung wajib untuk dipersiapkan secara matang. Bukan hanya
mental dan fisik yang perlu disiapkan, namun peralatan dan beberapa
kebutuhan primer lainya adalah hal yang tak bisa ditinggalkan. Dari sini
saya mencoba untuk berbagi pengetahuan yang saya dapat dari pengalaman
tentang persiapan agar mendaki gunung menajadi aman dan menyenangkan.
Selain itu juga Mendaki gunung merupakan salah satu kegemaraan anak muda pada zaman sekarang, tidak hanya anak muda bahkan orang tua dan anak kecilpun ada beberapa diantara mereka melakukan pendakian. Dengan adanya media sosial seperti salah satunya instagram sering sekali para pendaki memposting berbagai keindahan alam semesta ini, sehingga orang-orang yang melihat postingannya menjadi tertarik untuk melakukan pendakian. Bahkan orang-orang yang sebelumnya enggan melakukan pendakian setelah melihat postingan foto-fotonya menjadi tertarik untuk mendaki gunung.
Selain itu juga adapun persiapan yang harus dilakukan oleh para pendaki sebelum melakukan pendakian, anatara lain :
1.Sebelum Mendaki Gunung
- Tetapkan terlebih dahulu apakah
pendakian yang anda lakukan adalah pendakian massal ( ikut kelompok
pendakian ) atau pendakian sendiri bersama teman-teman. Kalau pendakian
sendiri, carilah teman yang kira-kira bisa diajak mendaki. Sangat tidak
direkomendasikan untuk mendaki seorang diri.. kalau bisa, pendakian
sebaiknya minimal dilakukan 3 orang . Kalau terjadi sesuatu terhadap
satu orang pendaki, teman yg satunya ikut menjaga sedangkan teman satu
lagi turun meminta bantuan.
- Tetapkan waktu untuk mendaki gunung
jauh-jauh hari, misalnya bulan depan, 2 bulan lagi dst. Kalau menurut
saya sebaiknya pendakian dilakukan di musim kemarau daripada musim
hujan. Saya pernah mendaki Gunung Merapi di musim kemarau dan Gunung
Sindoro dan Lawu di musim hujan ..tapi jauh lebih nyaman mendaki di
musim kemarau walaupun jalur pendakian pastinya berdebu tapi itu bisa
kita siasati dengan memakai masker/penutup hidung.
- Tetapkan
gunung apa yang akan didaki, sepakati bersama dengan teman-teman, gunung
yang akan dipilih yg disesuaikan dengan kondisi
transport,keuangan,fisik,dsb. Misalnya apa mau mendaki di gunung yang
dekat-dekat saja atau jauh, apa mau mendaki gunung yang tinggi atau
pendek atau mendaki gunung yang jalurnya sulit atau mudah.
-
Setelah menetapkan gunung yang akan didaki..selanjutnya carilah
informasi sebanyak-banyakanya mengenai gunung tersebut. Pergunakan
internet khususnya "Google" dan carilah cerita atau pengalaman dari
orang -orang yang sudah pernah mendaki gunung tersebut di internet
pastinya akan sangat membantu.
- Sepakati apa anda nantinya akan
menggunakan jasa porter/guide dalam mendaki atau tidak.Kalau semuanya
belum pernah mendaki gunung tersebut sebaiknya menggunakan jasa guide
tapi kalau tidak karena mungkin keterbatasan dana,dll pastikan anda cari
info sebanyak-banyaknya tentang jalur-jalur gunung tersebut ..apakah
ada persimpangannya kalau ada beloknya kemana,dsb.
- Lakukan
persiapan fisik..banyak pendaki yang mengabaikan mengenai hal ini,
mereka mungkin mengiranya mendaki gunung kalau capek istirahat...tapi
menurut saya tidak se-simple itu.Persiapan fisik HARUS dilakukan, yang
namanya mendaki gunung pastinya memang berjalan tapi berjalan dengan
menanjak dan turun membawa beban berjam-jam harus membutuhkan fisik yang
prima.
Tidak perlu harus ke fitness,gym atau olahraga yg
mahal-mahal, cukup lari saja secara teratur seminggu 1-2 kali atau kalau
anda punya kegiatan oalahraga rutin itu sudah cukup ( minimal ada
persiapan fisik yang dilakukan ).
-Melakukan persiapan konsumsi
atau makanan jangan asal-asalan, banyak pendaki yg kehabisan bekal dalam
pendakian karena persiapan makanannya yg asal. Persiapan makanan lebih
toh tidak ada ruginya, kalau makanan sisa nantinya juga masih bisa
dimakan.Sebagai orang timur kita membutuhkan karbohidrat yg banyak untuk
memulihkan dan mengisi tenaga ..dan makanan yg paling cocok menurut
saya adalah nasi dan roti. Bagaimana dengan mi instant macam pop mie dan
indomie ? saya sangat tidak rekomen..saya pernah membawa mi
instant...disamping tidak bikin kenyang, cara masak itu yg bikin susah
di gunung, beda dengan masak di rumah...sangat tidak praktis. Masak
nasipun di gunung menurut saya terlalu "njelimet"..lebih baik bawa nasi
dengan bawa lauk misalnya kering tempe,abon,sarden dan semacamnya.
Karena nasi cepat basi saya sendiri biasanya bawa kupat/ketupat dengan
cara membukungkas sedemikian rupa jauh lebih awet dibandingakan nasi.
- Persiapan melawan dingin. Yang namanya daerah ketinggian apalagi
gunung pasti dingin.Bawalah tenda,jaket atau sleeping bag.Kaos
kaki...terutama kaos kaki bola nantinya sangat berguna untuk mengusir
hawa dingin saat tidur malam hari di tenda.Untuk mendapatkan tidur malam
"sedikit" nyenyak di tenda saya biasanya membungkus kaki saya dengan
plastik terus dibungkus dengan kaos kaki sepakbola double,pakai jaket
double trus sleeping bag. Tidur yg cukup akan sangat membantu dalam
memulihkan tenaga apalagi yg mau "Summit Attack". Bagaimana anda bisa
tidur kalau kedinginan ?
- Kalau diatas tadi persiapan melawan
dingin,tapi yg ini justru kebalikannya yaitu persiapan melawan panas
atau lebih tepatnya melawan sinar matahari. Persiapan ini pasti sangat
jarang pendaki yang melakukannya tapi saya yakin banyak pendaki yang
pernah mengalami kulitnya ( terutama kulit wajah ) memerah atau
mengelupas setelah melakukan pendakian. Cuaca di gunung yang sangat
cepat sekali berubah kadang panas,sebentar dingin karena kabut turun,
terus panas lagi karena kabut menghilang akan sangat mempengaruhi kulit
apalagi anda yg mempunyai kulit sensitif. Bawalah sunblock atau cream
penahan sinar matahari lainnya untuk menghadapinya..atau kalau anda
tidak terlalu peduli dengan hal seperti ini,cukup lindungi bagian tubuh
terutama wajah dari sengatan sinar matahari saat mendaki terutama saat
summit attack. Jangan sampai setelah mendaki anda tidak berani keluar
rumah karena kulit wajah mengelupas.
- Untuk obat - obatan
bawalah obat diare,paracetamol dan betadine itu sudah cukup menurut
saya.Sakit kepala atau demam sesaat dan diare paling sering dialami
biasanya dalam mendaki gunung ...saya sendiri pernah
mengalaminya.Paracetamol untuk sakit kepala dan demam, obat diare untuk
diare, betadine untuk luka lecet-lecet. Jangan lupa bawa tissu basah yg
nantinya sangat berguna sewaktu BAB. Dalam banyak kasus lebih sering
pendaki tidak akan BAB waktu naik gunung walaupun dalam sehari - hari
BAB-nya teratur tetapi banyak juga yang tidak demikian.
2.Saat Mendaki Gunung
- Saat anda mendaki gunung, hal yg paling penting adalah pastikan
kondisi tubuh di hari -H benar - benar sehat alias tidak sedang sakit
walaupun sakit ringan. Kalau pas saat mau pendakian tiba-tiba
diare,tidak enak badan,masuk angin, pusing...satu saran "batalkan
pendakian".Bagaimana mungkin anda bisa mendaki gunung dengan kondisi
lagi tidak sehat sementara pusingpun perlu tiduran di kasur ? Lain
cerita kalau sakit terjadi saat pendakian sudah berlangsung.
-
Saat di basecamp lakukan registerasi atau pencatatan di pos
penjagaan.Banyak pendaki yg langsung mendaki tanpa melapor terlebih
dahulu.Dalam keadaan normal hal ini tidak apa-apa baru akan sangat
penting apabila terjadi sesuatu terhadap kita akan mudah bagi orang -
orang atau instansi terkait ( tim SAR, warga sekitar,dsb ) dalam
melakukan koordinasi dan pencarian.
- Patuhi larangan - larangan
yang di tetapkan baik oleh pengelola basecamp/pendakian, penduduk
lokal,dsb. Misalnya tidak boleh begini di tempat ini, tidak boleh begini
di tempat itu,dst. Jika anda akan melakukan BAB atau kencing, tidak ada
salahnya untuk mengucapkan "kulo nuwun" atau "permisi" sebelum
melakukannya.
- Jangan lupa untuk berdoa sebelum melakukan
pendakian menurut agama dan kepercayaan masing - masing agar pendakian
berjalan lancar,aman,selamat dari naik sampai turunnya.
- Ikuti
saja jalur pendakian yg ada. Jangan pernah berimprovisasi untuk mencari
atau membuat jalur baru kalau memang tidak mengetahui medan sama sekali.
Kalau menemukan percabangan jalur/jalan sebaiknya ambil saja jalur yg
lebar ( yang menandakan bahwa jalur tersebut sering dilalui pendaki ).
Mengambil jalur percabangan yg lebih sempit juga tidak apa- apa asal
pastikan akhir dari jalur tersebut adalah pertemuan dari percabangan
jalur tadi. Percabangan jalur biasanya di buat secara alamiah oleh
jejak-jejak kaki pendaki yg membuat jalur lain dikarenakan jalur yang
ada/utama mungkin sudah rusak, licin atau berbahaya. Cuma yang harus
betul - betul diperhatikan adalah jangan sampai melalui salah satu
percabangan jalur yang sebenarnya dibuat oleh penduduk lokal untuk
mencari kayu bakar atau rumput.
- Nikmati saja perjalanan
pendakian dan jangan mengeluh. Anda sudah jauh - jauh mendaki dengan
persiapan yang matang kenapa tidak dinikmati saja pendakiannya ? Capek
biasanya paling sering membuat kita cenderung mengeluh dan diam saat
pendakian. Resiko mendaki yaa memang capek..tapi kenapa masih banyak
juga orang mendaki kalau capek ? hanya pendaki yang tahu jawabannya...so
nikmati saja perjalanan.
- Jangan pernah berpisah atau
meninggalkan teman, kondisi fisik masing-masing orang berbeda-beda ada
yg kuat ada yang tidak, jadi...kalau ada teman atau malah kita sendiri
yang selalu tertinggal adalah wajar. Kalau ada teman yang tidak kuat
meneruskan pendakian ..diskusikan bersama. Apa pendakian di stop atau
dilanjutkan ? apa teman tersebut menunggu di tempat tersebut atau
bagimana ? Kalau dia menunggu di tempat tersebut pastikan apa perlu di
temani apa tidak ? dan yang paling penting jangan pernah dia
meninggalkan lokasi tempat dia menunggu...jangan sampai tersesat
nantinya.
- Pastikan sebelumnya handphone selalu penuh
di-charge.Menurut pengalaman saya sebaiknya handphone dimatikan saja
saat pendakian dan pergunakan disaat-saat penting saja atau saat di
basecamp. Mengapa ? karena saat mendaki bisa dipastikan tidak ada
sinyal..kadang terdapat sinyal penuh tapi saat di pakai sms atau
menelpon tidak bisa, terkadang kita memang bisa menerima sms tapi tidak
bisa untuk dipakai smsan.Kalau handphone di nyalakan terus di jamin
batrey akan cepat habis karena suhu dingin akan cepat membuat batrey
cepat habis..tidak percaya ? silakan buktikan .
- Jangan
melakukan corat - coret dan membuang sampah unorganic (
kaleng,kertas,plastik ) di gunung. Pendaki yang baik pasti tidak akan
melakukan corat - coret dan membawa turun sampah unorganic-nya.Tapi
biasanya yang sering terjadi termasuk saya biasanya malas membawa turun
sampah - sampah tersebut karena capek. Kalau sudah begitu satu-satunya
cara adalah bakarlah sampah tersebut sampai habis dan pastikan api mati
saat meninggalkannya.
- Pastikan untuk benar - benar meninggalkan
tempat dalam keadaan api padam saat melakukan aktifitas yang
berhubungan dengan api. Kebakaran gunung sering terjadi akibat pendaki
yang lalai atau lupa mematikan api secara sempurna saat meninggalkan
gunung.
- Tumbuhkanlah rasa solidaritas diantara sesama pendaki
lain. Apabila menemukan pendaki yang harus memerlukan pertolongan
lakukan secepatnya bila perlu hentikan pendakian dan dahulukan menolong
pendaki tersebut. Atau kalau ada pendaki yang kehabisan bekal/minum,
berbagilah kalau memang bekal /minum yang kita bawa di rasa cukup untuk
berbagi.
- Jika pendakian dirasa berbahaya karena faktor cuaca
atau hal lainnya..jangan teruskan pendakian. Bagaimanpun keselamatan
kita lebih utama dari hal apapun, toh pendakian lain kali masih bisa di
rencanakan atau dilakukan di kemudian hari.
- Jika terjadi
sesuatu terhadap pendakian kita ( tersesat misalnya ), tetaplah
tenang,jangan panik, berpikir jernih.Jangan pernah terpisah dari teman -
teman. ( Persiapan bekal yang cukup bahkan lebih dari cukup akan sangat
membantu nantinya ).
- Saat sudah turun laporkan diri kembali di
basecamp kalau kita sudah turun dari pendakian, jangan sampai membuat
petugas basecamp atau tim sar kelabakan karena dikiranya kita tidak
turun atau terjadi sesuatu diatas sana.
Dan ini beberapa keindahan alam Gunung di Indonesia yang sering dikunjungi oleh para pendaki gunung :
1.
Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara
gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak
dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta
alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di
puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin
masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak
bisa dilakukan kapan saja.
2.
Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di
Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah
dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan
bahari.
3.
Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling
terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek
wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung
berapi yang masih aktif.
4.
Gunung Pangrango yang juga memiliki pesona
yang tak kalah menarik. Gunung Pangrango juga
memiliki padang rumput luas yang ditumbuhi oleh bunga-bunga edelweis.
Namanya adalah Lembah Mandalawangi
So Hok Gie, aktivis orde baru dan juga seorang pecinta alam, pernah
menjadikan tempat tersebut sebagai inspirasi dalam salah satu karya
puisinya. Lokasi Lembah Mandalawangi tepat berada di bawah Puncak
Mandalawangi. Tinggi gunung ini mencapai 3.019 mdpl dan merupakan gunung
tertinggi kedua di Jawa Barat
5.
Gunung Ciremai merupakan gunung paling tinggi yang ada di Jawa Barat.
Tinggi gunung ini mencapai 3.078 mdpl. Maka tak heran kalau banyak
pendaki di Jawa Barat yang menjadikan gunung ini sebagai salah satu
gunung impian
Secara administratif gunung ini masuk dalam wilayah tiga kabupaten
yakni Cirebon, Kuningan serta Majalengka. Yang menarik dari Gunung
Ciremai adalah puncaknya yang memiliki jalur yang cukup panjang dimana
disamping jalur adalah kawah. Pemandangan dari jalur ini benar-benar
spektakuler karna kita akan benar-benar serasa di atas awan. Pendakian
Gunung Ciremai bisa dilakukan dari beberapa jalur termasuk
jalur Palutungan (selatan) serta jalur Linggarjati (utara)
Itulah beberapa keindahan alam Gunung di Indonesia yang sering dikunjungai para pendaki, dan masih banyak lagi keindahan yang lainnya.
Kita tahu bahwa mendaki gunung itu sangat mengasyikan karena dilakukan dengan kerabat-kerabat dekat kita, sehingga sangat banyak sekali para pendaki gunung membawa kamera pribadi untuk mendokumentasikannya. Tetapi perlu diingat untuk memotret gambar pun kita harus berhati hati, mengingat ini adalah gunung, yang dimana gunung itu memiliki ketinggian yang cukup tinggi dari daratan yang mungkin saja bisa membahayakan bagi yang memotret atau yang dipotret. Dan berikut adalah beberapa kasus kecelakaan yang terjadi kepada para pendaki gunung :
1. Terpeleset Jatuh ke Kawah Merapi
Eri Yunanto terjatuh ke dalam kawah Gunung Merapi yang
berbahaya. Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta itu dilaporkan
terpeleset ke dalam kawah jabal berapi pada Sabtu 16 Mei 2015 siang.
"Pada
saat di puncak pukul 11.00 WIB, survivor terpleset dan jatuh di kawah,"
jelas Koordinator Relawan Barameru Merapi, Samsuri seperti dituturkan
Kepala Pusat Data Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan singkatnya, Minggu
(17/5/2015).
3 Tim SAR, para relawan, serta warga dilaporkan turut serta menuju lokasi kejadian.
Sebelumnya pada 26 Januari 2014, 2 pendaki Gunung Merapi terluka setelah tertimpa longsoran material dari puncak. Mereka tertimpa longsoran saat beristirahat ketika melakukan perjalanan turun dari jabal tersebut.
Menurut
Agus, Angel dan Lubis berangkat mendaki Merapi pada Sabtu kemarin
bersama 2 teman lainnya. Kejadian longsoran itu terjadi apda pukul 11.00
WIB siang tadi. Setelah longsor terjadi, dua pendaki yang selamat
segera turun dan meminta bantuan.
2. Tewas Tertimpa Longsor Batu Semeru
Achmad Fauzi, mahasiswa pasca-sarjana Teknik Elektro UGM Yogyakarta meninggal di Watu Gede, Gunung Semeru.
Pria yang juga pegawai di Sekretariat DPRD Kabupaten Aceh Singkil itu
meninggal usai tertimpa batu besar yang longsor dan menimpa kepalanya
pada Senin 3 November silam.
Achmad Fauzi bersama 2 orang lainnya
berangkat dari Kalimati sekitar pukul 05.00 WIB. Terbukti sekitar pukul
07.45 WIB mereka baru tiba di Watu Gede dan terjadilah peristiwa
jatuhnya batu besar yang merenggut nyawa Achmad Fauzi.
"Rombongan
itu sudah melanggar larangan dan salah memilih waktu untuk naik ke
puncak Semeru. Apalagi saat itu cuaca sedang buruk," ungkap Kepala
Balai Besar Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari di Malang,
Selasa 4 November 2014.
3. Panik Gunung Gamalama Meletus
9 Orang menderita luka-luka akibat letusan Gunung Gamalama di
Ternate, Maluku Utara pada Kamis malam 17 Desember 2014. Sementara 1
lainnya yang sempat terjebak saat gunung meletus telah berhasil
dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.
"Korban adalah rombongan
pecinta alam yang sedang mendaki Gunung Gamalama sejak Rabu 17 Desember
2014," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan
tertulis di Jakarta, Jumat 19 Desember 2014
4.Tewas Diterjang Wedhus Gembel
Izumi Noguchi tewas saat mengabadikan foto awan panas bercampur abu vulkanik raksasa dari Gunung Ontake di Jepang, yang meletus Sabtu 27 September 2014. Hanya sesaat kemudian, kepulan tersebut menerjang dan menyudahi hidupnya.
Gambar
tersebut menunjukkan saat-saat setelah Gunung Ontake meletus,
melontarkan kepulan gas dan abu. Di Jawa Tengah dan Yogyakarta awan
panas juga dikenal dengan julukan 'wedhus gembel'.
Setidaknya 47
orang dinyatakan tewas, sementara 16 lainnya masih dalam pencarian.
Sebagian besar jenazah yang ditemukan di dekat puncak hari Rabu adalah
pendaki gunung. Jasad pendaki 59 tahun itu ditemukan di dekat kompleks
kuil di puncak Gunung Ontake.
Dokter menyimpulkan seluruh korban yang kehilangan nyawa, tewas
akibat cidera parah terkait hujan batu yang dilontarkan gunung.
Sedangkan 70 korban selamat sebagian besar dari mereka mengalami memar,
luka tersayat, dan patah di bagian punggung. Sebagian dari mereka
mengalami kerusakan paru-paru dan organ lain.
Sejumlah korban yang selamat mengatakan, mereka lari pontang-panting
menyelamatkan diri dari batu dan puing yang menghujani mereka. Sementara
hawa panas bercampur abu menerpa wajah mereka.
5. Terjebak di Gua
Lebih dari 200 orang turun tangan dalam operasi penyelamatan terhadap
seorang pendaki gunung yang terperosok ke dalam gua terdalam di
pegunungan Bavarian Alps. Jerman.[Pria 52 tahun itu terjebak di dalam
gua dengan kedalaman mencapai 3.280 kaki atau sekitar 1.000 meter.
Kondisi lelaki yang tak disebutkan namanya itu dilaporktan terluka parah
di dalam gua. Sementara ratusan penyelamat sedang berusaha keras untuk
menyelamatkan pria paro baya tersebut.
Jadi initinya adalah, kita boleh saja melakukan pendakian asalakan dengan perlengkapan yang sudah disiapkan serta mental yang kuat dan ingat jika ingin memotret gambar harus yang diutamakan adalah keselamatan kita sendiri jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Mungkin hanya itu sedikit informasi yang bisa saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan kata atau adanya kesalahan informasi, tetapi sejauh ini informasi yang saya tahu benar adanya. Sekali lagi terimakasih telah membaca blog saya. Hidup Para Pendaki...... !!!!!



